12 Maret 2011

Membuat Bell sekolah otomatis

Setelah mencari kesana kemari akhirnya menemukan juga
aplikasi untuk membuat bel sekolah sesuai dengan jadwal pelajaran dan sofware ini gratis yaitu software enlite dengan cara :
1. download software enlite
2. install aplikasi enlite
3. pilih reminder kemudian atur sesuai keinginan

selamat mencoba
sumber :link

Label:


Read more!

Hosting Moodle Gratis

Bagi guru atau siapapun yang ingin memiliki situs eLearning sendiri yang berbasis Moodle dapat menggunakan jasa Free Moodle Hosting salah satunya adalah Key To School (KTS) yang beralamat di http://www.keytoschool.com/

Fitur yang ada di KTS berplatform Moodle, dan sangat lengkap. Moodle merupakan salah satu platform eLearning atau LMS (Learning Management System) yang sangat populer dan banyak digunakan oleh berbagai institusi untuk mengembangkan eLearning.

KTS menyediakan kemudahan dalam hosting Moodle, antara lain:
* 2500 Users
* 2.5 GB of storage
* 50 GB of bandwidth
* FTP access
* Moodle Themes
* No Ads

Meskipun free tetapi tidak ada iklan dalam situs ini, bahkan KTS menyediakan free subdomain bagi yang tidak memiliki domain sendiri.
Ada 3 subdomain, edumoot.com ; eduspoke.com ; moodlehub.com
Cara pendaftarannya sangat praktis, cukup sign-up di
http://www.keytoschool.com/

kemudian kita diminta login ke
https://www.keytoschool.com/control-panel

setelah login, ada 3 pilihan tentang domain yg akan kita gunakan :
Your own domain name (jika menggunakan domain sendiri)
Your own sub-domain (jika menggunakan sub-domain sendiri)
Our sub-domain (jika menggunakan domain free dari keytoschool)

Kalau punya domain sendiri, klik pilihan pertama, nanti kita diminta memasukan domain kita, dan harus mengarahkan Name servers ke KTS nameserver yaitu NS1.KEYTOSCHOOL.COM dan NS2.KEYTOSCHOOL.COM

Kalau memiliki sub-domain sendiri, klik yg kedua, nanti kita diminta memasukkan sub-domain kita, dan jangan lupa mengarahkan DNS 'A' record ke DNS 'A' record KTS yaitu 67.228.38.60

Untuk yg free, pilih Our sub-domain, apabila berubah nanti bisa disetting ulang, kemudian klik Moodle
ada 3 pilihan sub-domain, yaitu :
edumoot.com
eduspoke.com
moodlehub.com

pilih salah satu kemudian, isikan subdomain kita dan klik moodle

Maka selanjutnya, kita bisa mulai setup eLearning berbasis moodle.


Dengan freehosting moodle ini maka dapat digunakan oleh sekolah atau institusi yang terbatas dalam hosting, serta menghemat biaya hosting, karena memang moodle memerlukan space yang cukup besar.

Bagi sekolah yang selama ini sudah menggunakan moodle di intranet, maka bisa mencoba layanan ini untuk hosting di internet. Untuk memindahkan course yg ada di moodle intranet cukup lakukan backup course, kemudian upload backup course tersebut ke free hosting moodle tersebut, dan lakukan restore course tersebut. Dengan demikian course elearning kita siap diakses dari mana saja dan kapan saja.

Selamat mencoba.

sumber : wahyupur.blogspot.com

Label:


Read more!

15 Juli 2010

All download limits exceeded from your IP di scribd.com

Bagi Anda yang belum kenal dengan scribd.com , situs ini merupakan situs sharing pdf terbesar yang ada untuk saat ini. Di scribd.com kita bisa menemukan banyak sekali file pdf/ebook yang bisa didownload dengan gratis . Syaratnya kita perlu mendaftar account terlebih dahulu untuk mendownload file yang ada di scribd.com

Akan tetapi dalam beberapa minggu belakang ini saya merasa cukup kesulitan mendownload file pdf dari website ini, setiap kali mencoba mendownload akan keluar pesan ini : All download limits exceeded from your IP.
Setelah mencoba mencari bantuan mbah google, akhirnya ketemu juga pemecahannya .

berikut caranya :

** buka http://scribd.com/mobile

** ketik kata kunci file yang akan kamu cari

** tinggal pencet download, maka file akan terdownload dengan nama file download

** rename file tersebut dengan akhiran .pdf , misal namafile.pdf

sumber:aaheroe.info/

Label:


Read more!

14 Juli 2010

Digital City

Cara Jembrana Menjadi Digital City

Monday, July 5th, 2010
oleh : A. Mohammad BS

Meski relatif miskin sumber daya alam, Kabupaten Jembrana mampu menjadi digital cityyang kini menjadi rujukan daerah lain. Berbagai layanan canggih — seperti yang dirasakan warga negara-negara maju — sudah bisa dinikmati warga Jembrana. Salah satu kunci utama keberhasilannya: gotong-royong.

"Biar tidak kaya, yang penting inovatif dan kreatif." Prinsip ini sepertinya dipegang oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana. Betapa tidak, hingga tahun 2000, Jembrana tak lebih dari sebuah perlintasan arus wisatawan domestik dari Pulau Jawa menuju Denpasar. Jembrana tak memiliki sumber daya alam dan objek wisata yang menonjol. Tak mengherankan, dengan PAD Rp 2,3 miliar per tahun beberapa tahun lalu itu, Jembrana merupakan kabupaten dengan PAD terendah di antara 8 kabupaten dan kota di Bali .

Akan tetapi, dengan segala keterbatasannya, Jembrana justru kini bisa dibilang sebagai salah satu kabupaten paling modern di Indonesia — dibandingkan DKI Jakarta sekalipun. Jembrana juga bisa menjadi pionir dalam hal pemanfaatan teknologi informasi bagi peningkatan pelayanan kepada masyakaratnya.

Contohnya, sementara di DKI Jakarta para pegawai pemerintah dan warganya memiliki beberapa kartu (KTP, kartu pegawai, kartu Jamsostek/kartu asuransi, NPWP, dan sejumlah kartu lainnya), di Jembrana tidak seperti itu. Di kabupaten ini, setiap pegawai pemerintah dan siswa sekolah cukup menyimpan satu kartu yang memiliki beragam fungsi: sebagai KTP, kartu pegawai atau kartu pelajar yang merangkap kartu absen, kartu ATM hingga kartu untuk pembayaran belanja di kantin sekolah. Hebatnya lagi, kartu itu berisi data rekam medis dan berfungsi sebagai kartu berobat ke dokter atau rumah sakit. Kartu multifungsi itu disebut Jembrana Smart Card (J-Smart). Kartu ini boleh dibilang sebagai terobosan dari Pemkab Jembrana dalam rangka meningkatkan kinerja layanan publiknya dengan memanfaatkan TI.

Tak hanya itu. Ketika konsep digital cityatau cyber citymasih diwacanakan di seantero Indonesia , Jembrana sudah menerapkannya. Kabupaten yang terletak di bagian paling barat Pulau Bali itu merupakan contoh sukses dan dijadikan rujukan dalam pewujudan digital city.Dalam hal pemanfaatan TI, Jembrana memang selalu terdepan dan inovatif. Dan, keberanian Jembrana dalam mengadopsi solusi TI tersebut tidak lepas dari sosok Prof. Dr. drg. I Gede Winasa, sang bupati. "Kami ini miskin, tapi sombong," ucap Winasa dengan nada canda.

Maklumlah, sebagai daerah minus, Winasa malah berani-beraninya memutuskan memanfaatkan TI, yang tentu saja biayanya tidak murah. Sang bupati intelek ini memiliki keyakinan TI akan sangat membantu kemajuan daerahnya. Di sisi lain, pembenahan birokrasi dan SDM pun gencar dilakukan. Apa saja inovasi Jembrana dalam mempraktikkan e-government (e-gov) menuju kota digital guna memberikan pelayanan sebaiknya-baiknya kepada masyakaratnya?

Salah satu gebrakan awal Winasa adalah pengembangan website 2001. Tujuannya, mempermudah interaksi dengan warga. Namun, terbatasnya warga Jembrana dalam mengakses Internet menyebabkan hasil yang diharapkan tidak maksimal. Meski demikian, Pemkab Jembrana tak putus asa. Seiring dengan maraknya pemakaian telepon seluler, Pemkab menyiasatinya dengan mengembangkan layanan SMS gateway. , respons terhadap layanan SMSgatewayini cukup bagus. Setiap hari ratusan SMS berisi pengaduan hingga permohonan masuk ke Pemkab — yang dijawab dan ditindaklanjuti dalam waktu maksimum tiga hari.

Menurut I Komang Wiasa, Kepala Dinas Hubungan Komunikasi dan Informasi Kab. Jembrana, cepatnya respons terhadap SMS yang masuk, karena SMS itu langsung dilkomunikasikan ke bagian-bagian terkait secara elektronik sesuai dengan konsep "kantaya" (kantor maya). "Padahal, ketika mengawali menerapkan TI, Pemkab Jembrana tidak mempunyai SDM TI. Untuk itu, pada 2001 kami menjalin kerja sama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT untuk mendapatkan teknologi dan dukungan teknis dengan anggaran terbatas," ujar Wiasa.

Salah satu megaproyek pengembangan TI yang dilakukan Pemkab Jembrana adalah Jimbarwana Network (J-Net) — infrastruktur jaringan yang mengintegrasikan kecamatan, desa dan sekolah-sekolah se-Kabupaten Jembrana — pada Maret 2007. Tujuan pengembangan J-Net adalah meningkatkan kualitas layanan publik, menjalankan kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan kualitas pendidikan (e-learning) , dan memasyarakatkan TI. "Konsep pengembangan TI Jembrana adalah e-development. tidak sekadar ingin menjadikan Jembrana sebagai daerah yang menjalankan e-government, melainkan perpaduan penerapan e-leadership, e-government, e-society, e-businessyang terhubung dalam infrastruktur, " Wiasa menuturkan.

Dijelaskan Wiasa, pembangunan backboneJ-Net dimulai dari pusat pemerintahan kabupaten yang berhubungan dengan Network Operating Center (NOC). Dari pusat jaringan backbonedipancarkan sinyal ke dua arah yang berbeda. Ke timur mengarah ke Kantor Camat Mendoyo dan Camat Pekutatan. Lalu, ke barat mengarah ke Kantor Camat Melaya. Diklaim Wiasa, jaringan backboneKab. Jembrana ini ditopang oleh perangkat teknologi tinggi Speed LAN (local area network)yang menjadi standar militer Amerika Serikat.

Dijelaskan Wiasa, pembuatan infrastruktur jaringan komputer di Jembrana menggunakan konsep De Militerized Zone (DMZ):semua server utama diletakkan pada daerah bebas gangguan keamanan yang diapit dua firewall. Firewall merupakan exterior firewallyang menggunakan perangkat bridge firewall(diletakkan pada NOC). Pada gatewaydiberikan fasilitas Virtual Private Network (VPN) untuk menjaga kerahasiaan pengiriman data, baik voicemaupun non-voicedari dan ke luar jaringan Kab. Jembrana. Adapun komputer clientdiberi softwareVPN Client. Firewallkedua diletakkan pada sisi intranet yang dilengkapi juga dengan VPN serveryang dipasang pada router. Fungsi VPN ini untuk menjamin kerahasiaan pengiriman data. Sebab, antara NOC dan clientmasih menggunakan wireless — keamanannya masih sangat rendah.

Pengembangan jaringan infrastruktur (backbone) J-Net ini menghabiskan biaya Rp 5 miliar. J-Net mempunyai kapasitas bandwidthhingga 11 Mbps — cukup besar dan cepat untuk mengirim data teks, data suara, ataupun data gambar/video. Bahkan, J-Net juga bisa digunakan untuk layanan VoIP dan video conference.

Diakui Wiasa, bagi Jembrana investasi untuk membangun J-Net ini sangat besar. Pendanaannya, selain dari APBD, juga dari sumbangan warga. Antara lain, tiap sekolah menyumbang Rp 30 juta, sumbangan tiap desa sebesar Rp 40 juta, dan kecamatan mengeluarkan Rp 60 juta. "Menjadikan Jembrana sebagai cyber citybenar-benar dilakukan secara gotong-royong, " ujar Wiasa bangga.

Hasilnya? Kini, J-Net bisa menghubungkan kantor kabupaten dengan lima kantor kecamatan, 51 kantor desa, 10 kantor kelurahan, 240 sekolah, puskesmas, rumah sakit dan telecenteryang ada di Jembrana. Hingga tahun ini ditargetkan jumlah titik jaringan berbasis Internet ini bisa mencapai 253.

Kehadiran J-Net pun telah memicu pengembangan dan implementasi sistem TI yang baru. Antara lain, Jembrana Satu Identitas Kesehatan (J-Sidik) yang mengintegrasikan Sistem Informasi Manajemen Pemerintah Daerah dengan sistem Jaminan Kesehatan Jembrana. Pengembangan terbaru yang digagas Winasa adalah Millenium Development Goals (MDGs) di mana pencapaian MDGs ditampilkan dalam bentuk peta digital yang menggambarkan kondisi MDGs di seluruh banjar di Kab. Jembrana. Mappingini dapat dimonitor oleh petugas posyandu, aparat desa, camat hingga bupati, dengan mengakses situs web yang terhubung dengan J-Net.

Selain itu, Pemkab Jembrana mulai memperkenalkan layanan e-ticket untuk keperluan transportasi massal dengan tarif murah — walaupun untuk sementara layanan ini baru bisa dinikmati pegawai negeri sipil (PNS). Melalui layanan e-ticket, setiap bus sudah dilengkapi komputer untuk membaca KTP SIAK milik PNS yang menumpang dan telah terintegrasi dengan rekening masing-masing sehingga langsung memotong Rp 1.000 untuk satu perjalanan.

Tidak hanya itu, sekarang masyarakat Jembrana bisa memanfaatkan komputer layar sentuh yang terpasang di Kantor Pemkab untuk mendapatkan informasi tentang layanan. Termasuk, biaya layanan sebelum mengajukan permintaan layanan. "Praktik calo dan korupsi sudah bisa diberantas," kata Wiasa.

Sekolah-sekolah di Jembrana pun sudah terhubung dengan program jaringan pendidikan nasional (jardiknas). Bahkan, J-Net juga dimanfaatkan sekolah untuk absensi, perpustakaan, kantin, video edukasi hingga saat pemilihan ketua OSIS (melalui cara e-voting).

Gebrakan terbaru Winasa adalah memanfaatkan TI untuk melakukan e-voting pemilihan kepala dusun dan kepala desa. Penerapan e-voting untuk menghemat biaya serta mempersingkat dan memudahkan proses pemilihan. Selain itu, dengan menggunakan kartu chipsebagai kartu identitas penduduk dan bagian dari sistem verifikasi, penyimpangan proses pemilihan dapat dihindari. Dengan sistem ini, calon pemilih hanya menggunakan kartu tanda penduduk yang sudah dilengkapi chip data untuk mendaftar, kemudian menuju bilik suara dan menyentuh gambar calon yang tertera pada layar monitor. Prosesi itu dilakukan tidak sampai setengah menit untuk satu pemilih. Hasil dari sistem ini bisa segera terpampang di layar monitor dan bisa dihitung seketika, sehingga siapa pemenangnya dan jumlah suara yang diperoleh bisa diketahui. "Menuju e-government harga mati yang dicanangkan Pemkab. Walaupun tidak sedikit kendala yang harus dihadapi, seperti keterbatasan dana, pengetahuan, infrastruktur
serta budaya kerja," ujar Wiasa. "Jembrana sudah mencanangkan diri menuju cyber citydengan menempatkan TI sebagai tulang punggung dalam memberikan pelayanan agar menjadi lebih efektif dan efisien," Winasa menambahkan.

Menariknya, untuk mempraktikkan e-govdan menuju kota digital ini masyakarat Jembrana tidak dipungut biaya. Misalnya, untuk mengurus e-KTP dilengkapi chip, tidak ada biaya alias gratis. Saat ini 71% penduduk Jembrana telah memiliki e-KTP bisa difungsikan sebagai kartu berobat gratis, baik ke rumah sakit umum maupun swasta, pelayanan ambulan hingga ke rumah sakit rujukan di Denpasar juga digratiskan. Bahkan, di Denpasar, Pemkab menyediakan rumah singgah berkapasitas 20 kamar bagi masyarakat Jembrana dengan hanya menunjukkan KTP. Tidak hanya pembuatan KTP yang digratiskan, akta kelahiran dan akta perkawinan juga bisa didapatkan secara gratis.

Di sisi lain, perekonomian Jembrana pun mulai bergerak naik, yang diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Ketika mulai menjabat, Winasa mewarisi PAD sebesar Rp 2,3 miliar, tetapi belum habis masa jabatan pertamanya ia telah berhasil mendongkrak PAD Jembrana menjadi Rp 8,5 miliar. Sekarang, di akhir masa jabatan keduanya PAD Jembrana telah mencapai Rp 20 miliar. Tak mengherankan, ketika diadakan survei kepuasan rakyat terhadap pemerintah, nilainya 90,08%. Diklaim Winasa, dari 270.795 jiwa penduduk pada 2009, tercatat hanya 4.800 orang yang masih termasuk keluarga miskin. "Tahun 2010 ini Jembrana bisa bebas dari keluarga miskin," ujar Winasa menegaskan.

Selain itu, sekarang Pemkab Jembrana bisa memasok sendiri SDM TI yang dibutuhkan, dengan mendirikan Sekolah Tinggi Teknik Jembrana. Pada 2006 Pemkab hanya punya satu tenaga sarjana komputer, sedangkan pada 2009 meningkat menjadi 78 sarjana S-1, dua orang lulusan S-2, dan 14 tamatan D-3, serta dibantu juga oleh 200 mahasiswa dan 150 siswa dari SMK TI. Dengan SDM ini, Pemkab mulai bisa mengembangkan aplikasi sistem kepegawaian dan sistem informasi untuk Jaminan Kesehatan Jembrana. Memanfaatkan tenaga ini juga, Pemkab sukses melakukan sistem pelayanan satu atap, yang benar-benar hanya satu loket tanpa ada tatap muka karena semua dilakukan dengan komputer yagn menggunakan free open source software.

Pemanfaatan TI oleh Pemkab Jembrana dirasakan benar oleh Putu Suardika, warga Jembrana yang saat ini melanjutkan kuliah di Denpasar. Hanya dengan menunjukkan KTP SIAK, Putu dibebaskan dari seluruh biaya saat berobat di Nita Klinik, Denpasar. Sebagai mahasiswa di perantauan, Putu merasa sangat terbantu dengan adanya program digital cityini. "Saya harap Pemkab Jembrana bisa mengembangkan kerja sama dengan lebih banyak klinik swasta di seluruh kabupaten di Bali ," katanya. "Selain itu," ia menambahkan, "saya bangga sekarang Jembrana banyak dilirik dunia karena keberhasilannya memanfaatkan TI, sehingga menjadi cyber citypertama di Indonesia ."

Menurut catatan Wiasa, selama Januari hingga pertengahan Juni 2010 saja Pemkab sudah menerima 1.837 rombongan, baik pemerintah maupun swasta, yang ingin tahu bagaimana pemanfaatan TI di Jembrana. Agar tidak mengganggu kinerja, Pemkab terpaksa membatasi hanya bisa menerima tamu setiap Selasa, sesuai dengan jadwal bupati melakukan teleconferencedenga n masyarakat umum dan aparat bawahannya di dusun-dusun.

Kehebatan Jembrana dalam pemanfaatan TI bagi kemaslahatan warganya diakui praktisi TI Gatot Santoso. Bahkan, Gatot berani menilai bahwa pemkab kabupaten ini sudah layak dijadikan contoh sebagai pemkab yang mempraktikkan e-gov daerahnya telah menjadi digital city. , secara umum, ia menilai penerapan e-gov sejumlah pemkab/pemkot di Indonesia belum merata. Masyarakat masih relatif sulit mengakses informasi, serta mengurus pembuatan kartu pengenal dan pencatatan lainnya (KTP, paspor, SIM, akta kelahiran, pindah alamat, pernikahan, dan sebagainya). Begitu pula, bila para investor ingin melakukan investasi di suatu daerah. Lain halnya di Kab. Jembrana. "level pemerintahan, Kab. Jembrana merupakan salah satu yang sudah leadingdalam penerapan digital city,"ujar Senior VP Wilayah Usaha Tengah PT Aplikanusa Lintasarta itu.

Menurut Gatot, ada beberapa kendala yang dihadapi pemkab/pemkot guna menuju kota digital. Pertama, perencanaan dan implementasinya biasanya masih dilakukan sendiri-sendiri. Padahal dalam konsep digital cityini, teknologi sifatnya standar. "Gunakan saja teknologi yang sudah standar di pasar, baik software, hardware sistem komunikasinya. Kunci utama adalah di sistem prosedur dan standardisasi, " Gatot mengingatkan. Dari sisi perencanaan, saat ini di beberapa tempat masih tergantung pada visi dan urgensi kepala daerahnya. Jika kepala daerahnya kurang mendukung ke arah ICT dan digital city, tentunya anggaran yang disediakan dan bisa dipakai menjadi nomor sekian. Selain itu, pelaksanaannya masih diberlakukan seperti proyek tahunan. Padahal, menurutnya, konsep digital cityseharusnya adalah proyek multi-yearsdan selalu berkesinambungan.

Kendala kedua, standardisasi yang berbeda menyebabkan interkoneksi antarsektor menjadi sulit. Misalnya, interkoneksi pemerintah dengan perbankan, sistem asuransi, rumah sakit dan institusi pendidikan. Perbedaan ini bisa dalam sistem prosedurnya, jumlah digit nomor penduduk/nasabah, interfacingsistem, dan sebagainya. "Untuk aspek perencanaan, seharusnya dilakukan pemerintah pusat. Dipimpin Kominfo dan melibatkan departemen-departem en terkait. Dalam pelaksanaannya, kembali ke konsep focus your own business," Gatot menyarankan.

Reportase: Silawati, Moh. Husni Mubarak/Riset: Rachmanto Aris D.

Sumber : Swa,Satria Dharma, milis dikmenjur
http://satriadharma .com/

Label:


Read more!

08 Juli 2010

Green ICT

Green ICT adalah sebuah konsep yang umumnya dikaitkan dengan upaya mengurangi konsumsi energi dan sumber daya alam lainnya, di samping emisi dan sampah yang dihasilkan dari kegiatan di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Pengaplikasian konsep Green ICT tersebar luas di berbagai proses bisnis. Intinya, pengusaha atau siapapun yang terkait dengan bidang ICT diharapkan dapat melakukan efisiensi untuk mendukung pelestarian lingkungan di sekitarnya.

Kemudian, kecanggihan layanan internet yang mendukung penggunaan electronic mail (e-mail) untuk berkomunikasi dengan kolega bisnis Anda dan transmisi data dengan cepat ikut mengampanyekan pengurangan penggunaan kertas, yang berarti semakin sedikit pohon yang ditebang untuk itu. Dengan berkurangnya penebangan pohon, sekali lagi kita akan menikmati emisi karbon yang rendah.

Efisiensi ramah lingkungan di sekitar bidang ICT termasuk menerapkan telekonferensi yang dapat mengurangi biaya perjalanan, yang berdampak pada penurunan emisi karbon, namun tetap mampu meningkatkan produktivitas usaha.

Namun sebenarnya, lebih dari itu, efisiensi ICT yang ramah lingkungan ternyata dapat membantu perusahaan di mana pun untuk juga menikmati efisiensi biaya yang luar biasa.

LINTASARTA INDOSAT.

Label:


Read more!

03 Juli 2010

Mr. ghost dengan USB Flash disk

Cara menggunakan Norton ghost dengan USB,

1. Komputer yang support Booting lewat USB
2. Flashdisk ukuran sembarang, Minimal 64Mb
3. File/software ghost Berisi:
# Norton Partisi Magic ( untuk membuat partisi lewat dos )
# Norton Ghost ( untuk cloning )
4. Software usb Format

ghost0

5. Pilih Device >> Device ini adalah Flash disk anda
6. Pilih FAT32 pada File System
7. Untuk Volume Label Sembarang (nama dari flashdisk, secara otomatis akan muncul sendiri)
8. Pilih Quick Format dan Created a DOS Bootable Disk
9. Cari dimana anda file USBBOOT yang telah diextract tadi (misal di drive L:ghost)
10. Klik Start
11. Setelah selesai Copy Semua file ghost ke USB anda. Jika muncul peringatan “Confirm file replace” Klik NO


ghost2

12. Flashdisk siap dicoba

sumber : bujangrimbo.com

Label:


Read more!

26 Juni 2010

Membangun E-Learning dengan moodle

Moodle merupakan satu alternatif untuk membangun sistem pembelajaran on line. Sebelum kita membuatnya alangkah baiknya kita membuat program maping atau memetakan bentuk pembelajaran yang akan kita buat misalnya materi atau topik yang akan disajikan apa saja kemudian bentuk soal baik latihan maupun tugas sebagai parameter keberhasilan penguasaan peserta, berikut download contoh program maping

Label:


Read more!

Aplikasi 3D Blender

Apliakasi 3D Blender merupaka aplikasi 3 dimensi yang dapat dijalankan di windows, Linux dan macintosh. Blender memiliki hasil gambar animasi yang tinggi dan projek kerjanya dapat di buka di dalam aplikasi 3D yang lain. untuk mencoba silahkan download tutorial dasar 3d dengan blender

Label:


Read more!

21 Juni 2010

Mengganti Pasword admin pada moodle

Jika kita lupa pasword sebagai admin pada moodle yang telah kita buat salah satu solusinya adalah mengganti pasword admin yaitu dengan cara :

  • buka alamat phpMyadmin database manager
  • isikan pasword untuk mengakses database
  • pilih database moodle pada menu database
  • pilih mdl_user
  • pilih browse
  • centang bagian admin dan pilih edit (bersimbol pensil)
  • pada bagian pasword isi function dengan MD5 dan isikan pasword pengganti pada valuenya
  • klik go
  • coba akses moodle Anda dan masuk sebagai admin dan masukkan pasword yang baru tadi dan hasilnya
  • tersenyumlah

Label:


Read more!

16 Juni 2010

Belajar 3dsmax dasar

Pernahkah kita membayangkan film 3d yang dilihat sangat menarik perhatian , kita bisa membuatnya sendiri asalkan kita tahu ilmu untuk membuatnya. Nah cobalah dari hal - hal yang kecil dari mulai membuat objek 3d dasar dari program aplikasi 3d smax.Untuk itu silahkan download Di sini tutorial membuat objek dasar 3d menggunakan aplikasi 3dsmax.
Selamat Mencoba

Label:


Read more!

Membuat filter atau folder pada email yahoo.co.id

Kita terkadang merasa malas membuka email kita sendiri karena banyaknya isi email masuk apalagi jika kita sudah mengikuti banyak milis, hal seperti ini dapat kita atasi dengan membuat filter email yaitu memasukkan email ke dalam folder yang telah kita siapkan .
Langkahnya sebagai berikut
  1. buka email kita
  2. pilih opsi pada bagian atas email
  3. pilih opsi email
  4. pilih filter
  5. klik tambah filter
  6. isikan nama filter ( nama folder yang kita buat ) isikan kata yang berhubungan dengan email kita dari nama pengirim, penerima, judul,isi email
  7. pilih folder baru pada pilih folder
  8. kemudian klik simpan perubahan
  9. setelah selesai kita membuat semua folder maka kita kembali ke email masuk kita dan akan terlihat folder - folder yang telah kita buat dan hari ini atau besok akan ada email yang masuk sesuai folder yang telah kita buat
Selamat Mencoba

Label:


Read more!

29 Mei 2010

Membuat Tabel di Blog

cara membuat tabel di dalam blog
Contoh script yang dibutuhkan :
<table width="300" heigth="10"bgcolor="blue" border="1">
<tbody><tr bgcolor="blue">
<td align="center">
tabel baris1a
</td>
<td align="center">
tabel baris1b
</td>
</tr><tr bgcolor="yellow">
</tr><tr>
<td align="center">
tabel baris 2a
</td>
<td align="center">
tabel baris 2b
</td>
</tr>
</tbody></table>
contoh hasil tabel yang dibuat

tabel baris1atabel baris1b
tabel baris2atabel baris2b


Keterangan

* Setiap pembuatan table harus dimulai dengan tag /table> dan diakhiri dengan tag /table>
* Border digunakan untuk menentukan ketebalan border (garis) yang dapat diubah sesuai kebutuhan, semakin besar nilainya maka bordernya akan semakin tebal, jika mengisikan dengan angka nol maka akan menjadi tabel yang tidak bergaris (berborder).
* Setiap baris harus diawali dengan tag /tr> dan diakhiri dengan tag /tr>
* Tag /td> (table data) digunakan untuk mengisikan data pada setiap cell dan harus ditutup dengan tag /td>
selamat mencoba

Label:


Read more!

17 Maret 2010

Lowongan tenaga Komputer

anyak orang di Indonesia kesulitan mencari kerja, sementara itu
katanya di luar negeri banyak lowongan kerja terutama untuk bidang yang
berhubungan dengan teknologi informasi, bidang "high-tech". Betulkah
demikian ? dan apa mungkin lulusan Perguruan Tinggi Indonesia bisa
bekerja di luar negeri ?

Mengutip sebuah survey yang telah dilakukan oleh PT Work IT
Out yang dipimpin oleh Heru Nugroho, meski masih banyak dibutuhkan di
dalam negeri, peluang kerja bagi tenaga kerja TI untuk keluar negeri
pun terbuka luas, Kesempatan tetap terbuka, apalagi didukung oleh
faktor bergesernya dominasi India yang dikenal sebagai sumber SDM TI,
tawaran gajinya pun cukup menggiurkan. Bayangkan, untuk tenaga kerja TI
kelas pemula sampai menengah, perusahaan di luar negeri berani
menawarkan upah sekitar US$ 400 sampai US$ 600 (sekitar Rp 3, 6 juta
sampai Rp 5,5 juta) per bulan. Di kelas yang sama di dalam negeri,
paling mereka hanya ditawarkan gaji sekitar Rp 900.000 sampai Rp 2,5
juta per bulannya. Itu baru yang pemula. Untuk yang sudah punya
keahlian spesifik dan berpengalaman, di luar negeri gajinya bisa
mencapai US$ 2.000 - 2.500 (sekitar Rp 18,2 juta sampai 22,7 juta) per
bulan. Tiga kali lipat dibanding di dalam negeri yang pasarannya
sekitar Rp 7 sampai 10 juta.

Bidang kerja TI yang terbuka pun beragam dan hampir sama
dengan yang ada di lokalan. Kebetulan kebanyakan yang dicari adalah
engineer untuk networking dan wireless serta programmer. Kelihatannya
trend yang sedang terjadi adalah orang atau perusahaan ingin membuat
perangkat networking seperti produk dari Cisco. Untuk itu memang
dibutuhkan banyak orang yang dapat membuat program dalam level C, C++
dengan real-time OS dan memiliki latar belakang (pengetahuan) di bidang
telekomunikasi dan networking. Lowongan webmaster, UNIX administrator
pun tidak sedikit. Jenis-jenis lowongan pekerjaan yang ditawarkan
sangat banyak . Hanya saja, tenaga TI yang memiliki kemampuan
terspesialisasi seringkali dicari, sayangnya agak susah mencari tenaga
kerja yang sudah spesifik ini, dan kalau saya tuliskan mungkin daftar
lowongan tersebut sepanjang artikel ini.

Nah, kalau melihat situasi seperti itu akan sangat mengenaskan
jika orang Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tidak
bisa mendapatkan pekerjaan semacam itu. Masalahnya memang tidak mudah.
Mungkin memang kemampuan hasil perguruan tinggi di Indonesia tidak
memadai ? Berapa banyak sih perguruan tinggi di Indonesia yang mampu
menghasilkan "software engineer" yang handal ? Mungkin di Indonesia
baru mampu menghasilkan programmer kelas papan bawah ? Jika memang anda
programmer atau software engineer yang handal, apakah anda mengenal
istilah-istilah ini: lex, yacc, compiler construction, grammer, token,
CMM, dan sebagainya ?

Sebagai gambaran bahwa kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang
industri software baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah
sebagai berikut : Tenaga IT di luar negeri, untuk tahun 2015,
diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan Tenaga IT domestik,
berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010 target
produksi 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang,
dibutuhkan 327.813 orang

Selain contoh di atas, kita ambil negara lain seperti Jerman.
Mengapa negara sekaliber Jerman mesti mendapat suplai tenaga TI dari
luar negaranya ? Kurang sumber daya ? Dugaan itu ternyata betul.
Perkembangan pesat teknologi informasi memang tidak hanya membuat
ketar-ketir negara dunia ketiga, negara "dunia pertama" macam Jerman
pun mulai merasakan akibatnya: kekurangan pakar TI yang tidak bisa
didapatkan dari kalangan sendiri.

Maklum, jumlah yang dibutuhkan juga tak bisa dibilang sedikit.
Tercatat saat ini sekitar 75.000 orang diperlukan oleh Jerman. Itu baru
Jerman, belum negara lain. Tahukah Anda ternyata negara sebesar dan
semaju Amerika Serikat pun masih mengimpor tenaga TI dari negara-negara
di Asia, seperti India dan Cina. Nah, ini namanya peluang kan ?


Lowongan dari luar Indonesia untuk tenaga kerja TI kita
banyak. yang tercatat pada kami bisa puluhan ribu lowongan," jelas Edi
S. Tjahya, managing director JobsDB.com - sebuah portal informasi
lowongan kerja. Lowongan sebanyak itu pun baru untuk wilayah Asia
Pasifik. Secara kualitatif, kondisi sumber daya manusia Indonesia di
bidang IT tidak kalah kualitas dibanding SDM dari negara seperti India
sekalipun, papar Heru Nugroho, CEO PT Work IT Out, sebuah perusahaan
penyalur tenaga kerja TI ke luar negeri.

Di dalam negeri sendiri untuk layanan informasi publik, tenaga
IT yang dibutuhkan untuk sektor ini, ialah tenaga untuk mengelola
e-government. Perkembangan kebutuhan terhadap tenaga untuk mengelola
e-governmet akan sejalan dengan perkembangan implementasi
e-governement. Sebagai gambaran menyeluruh terhadap kebutuhan ini,
dapat dilihat dari jumlah lembaga pemerintah pusat, kabupaten/kota dan
lembaga lainnya. Berdasarkan kasus pengelola e-government di Kalimantan
Timur, yang mengelola e-governemt untuk 14 layanan, menggunakan tenaga
IT 11 orang, maka untuk seluruh instansi pemerintah, memerlukan paling
sedikitnya memerlukan 5.489.

Sedangkan layanan komersial, tenaga IT di bidang ini ialah
personil yang bekerja di bidang jasa di berbagai bidang dimana
transaksi dengan konsumen dan kliennya menggunakan dukungan teknologi
telematika, seperti e-bisnis, e-health yang dikelola swasta,
e-education yang dikelola swasta, media saiber. Untuk media saiber,
jika seluruh media cetak dan elektronik yang ada sekarang akan
mengembangkan media saiber dengan perkiraan satu media menggunakan 21
tenaga IT, maka dibutuhkan 40.341.
http://www.smkn57jkt.net/artikelfull link artikel.total.or.id diakses 17 Maret 2010

Label:


Read more!

19 Februari 2010

Flexy KGI

Peluncuran Flexi Klub Guru Indonesia di Jakarta, Sabtu (13/2/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah bulan lalu membidik pelanggan baru dari komunitas pekerja melalui kerja sama dengan komunitas Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Telkom Flexi kini membidik komunitas pengajar atau guru dengan menggandeng Klub Guru Indonesia.

"Kami menggarap konten-konten yang disesuaikan dengan para guru ini. Hingga akhir tahun nanti diharapkan ada satu juta guru yang menggunakan Flexi Klub Guru Indonesia," kata Executive General Manager Telkom Flexi Triana Mulyatsa dalam peluncuran Flexi Klub Guru Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu. Ia mengatakan para guru yang secara nasional berjuml;ah sekitar 2,7 juta memiliki potensi yang luar biasa digarap sarana berkomunikasinya.

Deputy Commerce Executive General Manager Telkom Flexi Judi Achmadi menjelaskan Flexi Klub Guru merupakan layanan yang berbasis On Device Portal dimana konten di dalamnya didesain sesuai kebutuhan para guru saat ini. "Di dalam Flexi Klub Guru terdapat konten antara lain Info Klub Guru yang berisikan Aturan Kebijakan, Hot News, Kompetensi dan Kurikulum Pendidikan, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, Kios Musik, Kios Buku, Kios Digital, Discount Klub dan Siraman Rohani," tutur Judi.

Dikatakannya, Paket bundling Flexi Klub Guru Indonesia ditawarkan dalam tiga tipe Hape yang menyasar segmen high-end, mid-end, dan low-end. Untuk high-end dibanderol Rp 999 ribu, mid-end Rp 649 ribu, dan low-end Rp 325 ribu.

Hingga akhir tahun 2009, Telkom Flexi memiliki 15,7 juta pelanggan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Menyongsong tahun 2010, Telkom Flexi yang diberi dana belanja capital expenditure 200 juta dollar AS memasang target pertumbuhan sedikitnya menjadi 18 juta pelanggan di penghujung tahun.

Salam Sukses

Label:


Read more!

23 Januari 2010

Onno Anggap Pemahaman Jardiknas 'Melenceng'

JAKARTA - Pakar IT Onno W Purbo menganggap pihak yang menjalankan program jaringan pendidikan nasional (Jardiknas) di Indonesia, yang telah berjalan sekian tahun, tidak memahami tujuan awal dari program tersebut.

Dalam keterangannya, Jumat (22/1/2010), penggiat open source itu mengatakan bahwa pihak Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekom) dan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) tidak memberikan jawaban yang memuaskan kepada Komisi X DPR yang telah memberikan pertanyaan yang cukup kritis dan relevan terkait program Jardiknas.

"Saya membaca laporan yang ditulis Diknas dan Pustekom. Laporan Jardiknas amat sangat bernuansa infrastruktur sehingga tidak banyak menjawab concern DPR. Pantas jika DPR kerepotan untuk menjustifikasi Jardiknas," ujar Onno yang diundang dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI pada 21 Januari lalu.

Kala itu, lanjut Onno, DPR mempertanyakan manfaat Jardiknas untuk bangsa Indonesia, impact yang dirasakan siswa, guru dan lingkungan sekolah, serta mempertanyakan pertanggungjawaban masalah anggaran yang cukup besar.

Namun Pustekom dan Diknas justru menjawab pertanyaan ini dengan laporan yang bernuansa infrastruktur, seperti 'uang yang ada sudah menyambung sekian sekolah', atau 'sebagian besar dana dibelanjakan untuk membeli bandwidth'.

Menurut Onno, Pustekom dan Diknas tidak memberikan jawaban yang menunjukkan tujuan dari Jardiknas ini. Serta keberhasilan Jardiknas yang telah membuat lingkungan sekolah dan para stakeholdernya menjadi lebih baik.

"Mohon, teman-teman di Pustekom dan Diknas untuk dapat secara lebih serius mengerjakan pekerjaan rumahnya agar program yang dibuatnya lebih tajam dan lebih fokus untuk kepentingan rakyat Indonesia," himbau Onno.

Oleh karena itu, Onno menyarankan agar Pustekom dan Diknas mendefinisikan ulang dan secara jelas, apa tujuan Jardiknas. Selain itu juga dibuat pemetaan lapangan untuk pengambilan keputusan yang benar melalui analisa data, kondisi dan situasi, serta menurunkan rencana strategis dan taktis. (srn)

Jum'at, 22 Januari 2010 - 18:05 wib
http://techno.okezone.com/
Sarie - Okezone
Pakar IT Onno W Purbo

Label:


Read more!

13 Januari 2010

Rumah Sakit Dilengkapi Wi Fi

Jakarta - 13 Januari 2010, Tingginya animo masyarakat terhadap penggunaan internet disadari betul oleh RS Pondok Indah dan RS Puri Indah yang senantiasa berupaya meningkatkan mutu dan layanan terbaik bagi para pasiennya. Sejalan dengan fenomena dan perkembangan tren di masyarakat, kedua rumah sakit di bawah naungan Pondok Indah Healthcare Group ini melengkapi layanannya dengan fasilitas Wi-Fi yang tentu memberikan satu lagi 'nilai tambah' bagi para pasien dan keluarganya.

"Fasilitas akses internet nirkabel di RS Pondok Indah dan RS Puri Indah guna mengakomodir kebutuhan pasien dan keluarganya yang sebagian besar merupakan kaum urban dengan gaya hidup aktif, fleksibel dan compact. Aktivitas yang berhubungan dengan koneksi data dapat dilakukan di mana saja pada lantai-lantai keperawatan kami. Fasilitas yang memungkinkan orang untuk selalu terhubung dengan internet setiap saat selama berada di area rumah sakit ini diharapkan membuat keluarga pasien dapat lebih produktif melakukan aktivitasnya pada saat menemani anggota keluarganya yang sedang dirawat," ungkap Dr. Yanwar Hadiyanto, Chief of Business, Marketing, and Customer Management Pondok Indah Healthcare Group (PIHG).

Masyarakat urban memang menuntut ketepatan dan kecepatan informasi, teknologi Wi-Fi di RS Pondok Indah dan RS Puri Indah diyakini menjawab kebutuhan sebagian besar pasien maupun keluarganya yang memerlukan konsumsi informasi.

Layanan internet broadband lewat koneksi Wi-Fi ini dapat diakses di seluruh area kamar perawatan RS Pondok Indah maupun RS Puri Indah. Pada RS Pondok Indah, kartu akses internet (internet connection access card) berikut autentikasi nama pengguna (username) dan kata sandinya (password) bisa dengan mudah didapat pada Unit Admission, Clerk, dan Kasir Rawat Inap. Untuk pasien dengan kamar perawatan satu orang per kamar, layanan ini dapat diakses secara cuma-cuma selama masa perawatan.

Penggunaan fasilitas Wi-Fi di kedua rumah sakit juga sangat mudah. Pasien cukup menyalakan fitur Wi-Fi pada notebook/laptop atau perangkat komunikasi lainnya dan kemudian memasukkan username dan password untuk memanfaatkan fasilitas internet yang ada.

"Tersedianya fasilitas Wi-Fi memang menjadi komitmen nyata kami dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pasien dan keluarganya. Kami berusaha untuk mengikuti perkembangan tren dan harapan masyarakat saat ini. Adanya Wi-Fi membuat keluarga bisa mendapatkan akses internet dan tidak ketinggalan informasi selama menemani pasien yang sedang menjalani masa perawatan," jelas Dr. Yanwar.

Mobilitas atau gaya hidup aktif tampaknya sudah menjadi kebutuhan dalam hidup individu tidak terkecuali bagi para pasien dan keluarganya. Dengan Wi-Fi, baik pasien maupun keluarganya dapat dengan mudah mengakses internet, mentransfer, men-download data, di mana saja dan kapan saja di seluruh lantai perawatan RS Pondok Indah dan RS Puri Indah. Fasilitas akses koneksi internet dengan Wi-Fi di kedua rumah sakit tersebut mulai dapat digunakan pada bulan Januari ini. (adv/adv)

sumber: detik.com 13 jan 2010

Label:


Read more!

06 Januari 2010

Membangun Situs E learning Sendiri di Internet

Free Moodle Hosting
Bagi guru atau siapapun yang ingin memiliki situs eLearning sendiri yang berbasis Moodle dapat menggunakan jasa Free Moodle Hosting salah satunya adalah Key To School (KTS) yang beralamat di http://www.keytoschool.com/

Fitur yang ada di KST berplatform Moodle, dan sangat lengkap. Moodle merupakan salah satu platform eLearning atau LMS (Learning Management System) yang sangat populer dan banyak digunakan oleh berbagai institusi untuk mengembangkan eLearning.

KTS memiliki berbagai fitur, antara lain:
* 2500 Users
* 2.5 GB of storage
* 50 GB of bandwidth
* FTP access
* Moodle Themes
* No Ads

Meskipun free tetapi tidak ada iklan dalam situs ini, bahkan KTS menyediakan free subdomain bagi yang tidak memiliki domain sendiri.
Ada 3 subdomain, diantaranya adalah *..edumoot.com
Cara pendaftarannya sangat praktis, cukup sign-up di
http://www.keytoschool.com/

kemudian kita diminta login ke
https://www.keytoschool.com/control-panel

setelah login, ada 3 pilihan tentang domainyg akan kita gunakan :
Your own domain name (jika menggunakan domain sendiri)
Your own sub-domain (jika menggunakan sub-domain sendiri)
Our sub-domain (jika menggunakan domain free dari keytoschool)

Kalau punya domain sendiri, klik pilihan pertama, nanti kita diminta memasukan domain kita, dan harus mengarahkan Name servers ke KS nameserver yaitu NS1.KEYTOSCHOOL.COM dan NS2.KEYTOSCHOOL.COM

Kalau memiliki sub-domain sendiri, klik yg kedua, nanti kita diminta memasukkan sub-domain kita, dan jangan lupa mengarahkan DNS 'A' record ke DNS 'A' record KS yaitu 67.228.38.60

Untuk yg free, pilih Our sub-domain, apabila berubah nanti bisa disetting ulang, kemudian klik Moodle
ada 3 pilihan sub-domain, yaitu :
edumoot.com
eduspoke.com
moodlehub.com

pilih salah satu kemudian, isikan subdomain kita dan klik moodle

Maka selanjutnya, kita bisa mulai setup eLearning berbasis moodle.



Dengan freefosting moodle ini maka dapat digunakan oleh sekolah atau institusi yang terbatas dalam hosting, serta menghemat biaya hosting, karena memang moodle memerlukan space yang cukup besar.

Bagi sekolah yang selama ini sudah menggunakan moodle di intranet, maka bisa mencoba layanan ini untuk hosting di internet. Untuk emmindahkan course yg ada di moodle intranet cukup lakukan backup course, kemudian upload backup course tersebut ke free hosting moodle tersebut, dan lakukan restore course tersebut. Dengan demikian course elearning kita sidap diakses dari mana saja dan kapan saja.

Selamat mencoba.
diambil dari: http://wahyupur.blogspot.com/2009/12/free-moodle-hosting.html

Label:


Read more!

24 Desember 2009

Webcasting untuk life konser

25 Oktober 2009 kemarin U2 mengadakan konser di rumah masing-masing penontonnya. Kok bisa? Di-streaming langsung dari Rose Bowl, Southland, lebih dari 10 juta penonton duduk manis di depan komputernya untuk menonton konser live webcasting terbesar yang fenomenal ini. Berkat teknologi, konser live menemukan evolusi terbarunya. Tidak mustahil musisi Indonesia pun memanfaatkan webcasting untuk konser live mereka. Tentunya dengan tiket khusus yang bisa dibeli online.

Hal terpenting yang perlu Anda siapkan untuk menikmati konser live seperti itu pastinya Anda harus memiliki koneksi internet yang kencang dan unlimited agar nonton konser tidak terputus-putus atau tagihan data Anda membengkak. Salah satu teknologi koneksi internet yang mendukung kecepatan akses data yang optimal dan super cepat adalah dengan teknologi wireless broadband yang berbasis EVDO. Contohnya adalah produk USB modem dari Smart yang mampu membuat akses video streaming jadi semakin lancar karena kecepatannya aksesnya hingga 3.1 Mbps-nya.

Pada dasarnya kecepatan streaming akan bergantung juga pada lokasi server website tempat ditaruhnya video streaming tersebut. Jika artis yang hendak live konser adalah artis lokal maka sebaiknya menggunakan server yg berada di lokal juga.

Dengan membeli USB Modem seharga 800 ribuan, konser live melalui webcasting pastinya lebih murah bila dibanding dengan biaya bensin dan tiket konser yang harus Anda keluarkan. Makin Seru, karena Anda pun bebas memilih artis siapa yang akan konser di rumah Anda. Are you ready to rock?!
detik.com

Label:


Read more!

21 Desember 2009

Koneksi Internet Menggunakan HP GSM

contoh kartu im3 dan ponsel nokia
Untuk ponsel nokia silakan download PC Suite versi terbaru, download , dengan PC Suite otomatis driver kabel CA43 akan ikut terinstall. Untuk ponsel lain silakan melihat aplikasi pendukung pada buku manual ponsel. Install aplikasi PC Suite di PC atau laptop dan pastikan sudah bisa terkoneksi dengan ponsel Nokia kita.

Selain itu pastikan koneksi internet melalui ponsel sudah bisa berjalan, untuk seting internet di ponsel silakan melakukan seting OTA (Over The Air) dengan menghubungi CS Operator (untuk IM3 hubungi 300 dari ponsel).

Setelah semuanya siap, sekarang kita masuk ke tahap instalasi modem di PC atau laptop.

Pertama, kita masuk ke Control Panel dan pilih ‘Phone and Modem’, kemudian masuk ke tab ‘Modem’, lalu pilih modem GSM yang telah telah terkoneksi (di sini saya menggunakan ponsel Nokia E61).

Setelah modem yang kita gunakan kita pilih, kemudian klik ‘Properties’, dan masuk pada tab ‘Advanced’, dan pada Extra Settings isikan : AT+CGDCONT=1,”IP”,”WWW.INDOSAT-M3.NET”.

Selanjutnya masuk ke tab ‘Diagnostics’ dan lakukan ‘Query Modem’ untuk menguji koneksi dengan modem Nokia E61.

Kemudian masuk tab ‘Modem’ dan pilih Maximum Port Speed sebesar 115200.

Langkah kedua, adalah melakukan koneksi, buat koneksi baru melalui ‘Control Panel’ kemudian pilih ‘Network Connections’ dan pilih ‘Create a new connection’.kemudian modem yang dipilih adalah modem Nokia E61, dan ISP diisi dengan IM3 (bisa dengan kata lain), pada pada langkah 12 yaitu Dial up Number diisi dengan *99***1#. Untuk username dan password dikosongkan semua.

Selesai. Sekarang tinggal lakukan koneksi internet. Jika berhasil maka di system tray akan muncul notifikasi.

Penting!!!

Koneksi menggunakan IM3 ini adalah koneksi menggunakan model Volume Based, pulsa yang dikeluarkan adalah berdasarkan kilobyte data yang ditransfer baik itu upload ataupun download, ini termasuk dalam membuka halaman website. Jadi perhatikan penggunaan pulsanya ya…. Sebagai referensi coba kontrol penggunaan pulsa dengan Netcost di sini kemudian search netcost atau dengan Traffic Compressor.

Selamat mencoba.

Label:


Read more!

17 Desember 2009

Teknologi komputer


Contoh komputer yang di kemas dalam bentuk Pena sehingga akan lebih ringan dan praktis bila dibandingkan dengan notebook maupun netbook tetapi juga harganya jauh lebih mahal

Label:


Read more!