04 Maret 2011

Tiga Cara Rekruitmen Guru

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) mulai tahun depan (2011) menyiapkan tiga skenario rekrutmen guru baru masing-masing untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Perekrutan guru baru ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan guru karena adanya guru yang pensiun, kebutuhan guru bidang studi baru, dan kebutuhan di daerah baru.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh seusai membuka Seminar Guru Nasional 2010 di Kemdiknas, Jakarta, Selasa (23/11/2010). Hadir pada seminar ini Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Baedhowi, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Hamid Muhammad, dan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo.

Mendiknas mengemukakan, untuk mengatasi kebutuhan guru jangka pendek dengan merekrut lulusan S1/D4 yang berminat menjadi guru. Sebelum mengajar, kata Mendiknas, mereka terlebih dahulu mengikuti pendidikan profesi selama dua semester atau satu tahun. "Kebutuhannya tiap tahun. Karena itu, tidak mungkin mengandalkan dari awal , sehingga kita siapkan yang baru lulus," katanya.

Guru-guru yang baru ini, kata Mendiknas, kalau tidak disiapkan pendidikan profesinya akan menjadi beban. "Oleh karena itu, mulai tahun 2011 Kemdiknas akan merintis pendidikan profesi."

Adapun untuk mengatasi kebutuhan guru pada jangka menengah, pemerintah akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang duduk di semester lima atau enam. Mereka yang berminat menjadi guru ditawarkan untuk pindah jalur, sehingga begitu lulus sudah tidak perlu lagi mengikuti pendidikan profesi satu tahun. "Jadi pendidikan profesi sudah melekat di situ," katanya.

Untuk mengatasi kebutuhan guru pada jangka panjang melalui pendidikan sarjana. Pendidikan ini disiapkan bagi lulusan sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, atau madrasah aliyah selama empat atau lima tahun. Layaknya seperti pendidikan kedokteran, kata Mendiknas, mereka yang masuk di fakultas kedokteran, 99 persen ingin menjadi dokter. "Guru nanti juga begitu. Masuk di LPTK (Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan) atau jurusan lain memang mau menjadi guru," katanya.

Mendiknas menyampaikan, mulai 2011 akan merintis delapan LPTK di perguruan tinggi untuk menyiapkan pendidikan bagi calon guru. Pada tahap awal, direncanakan merekrut 1.000 lulusan SMA/SMK/MA untuk dididik selama 4-5 tahun. Selama mengikuti pendidikan, mereka akan diasramakan. "Sekarang kita lengkapi asramanya khusus bagi calon guru," ujarnya. ***
sumber : http://www.pelangipendidikan.co.cc/

Label:


Read more!

30 Juni 2010

Referensi Web Pendidikan

Pagi sebelum berangkat pelatihan multicast ku sempatkan mampir ke warnet belakang kebon binatang Bandung dan ada menemukan web amikom ict award 2010 disitu ada posting pemenang lomba web sekolah tingkat slta adapun 10 besar tersebut :

Peringkat Nama Sekolah Website
10 SMK Negeri 2 Pekalongan
9 SMK St. MIKAEL Surakarta
8 SMA Negeri 1 Rembang
7 MAN 18 Jakarta
6 SMA Negeri 1 Salatiga
5 SMK Negeri 6 Jakarta
4 SMA Plus PGRI Cibinong
3 SMA Negeri 1 Pare
2 MA Al-Hikmah 2 Brebes
1 SMK Bhina Tunas Bhakti Juwana, Pati

Mungkin ini bisa dijadikan refernsi kita dalam membuat web sekolah

Label:


Read more!

22 Juni 2010

E-Learning ?Mengapa tidak ?

Menjadi fasilitator online memang tidak segampang yang dibayangkan. Orang mungkin berfikir bahwa teknologi akan meringankan pekerjaan kita. Tetapi kenyataan berkata lain, pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung penyelenggaraan kelas jauh justru tidak akan meringankan pekerjaan Anda sebagai fasilitator. Lho kok bisa? Pasti Anda akan bertanya seperti itu :) .

Sebagai fakta, ketika seorang melakukan fasilitasi jarak jauh dengan para peserta, misalnya dalam pengerjaan tugas proyek misalnya, atau berdiskusi tentang sebuah topik diskusi di dalam forum diskusi, maka kita harus mengeluarkan effort lebih untuk menanggapi setiap pertanyaan yang ada. Dan jawabannya pun harus disesuaikan dengan konteks permasalahan pribadi peserta masing-masing, jadi lebih bersifat personal dan kita tidak bisa melakukan generalisasi, karena hasilnya tentu saja akan berbeda untuk setiap individunya. Biasanya, para peserta kursus yang memiliki motivasi tinggi akan berusaha menggali informasi lebih banyak dari fasilitator.

Apa yang dirasakan? di hari-hari kerja, handphone saya akan selalu berbunyi, entah telepon atau SMS. Ternyata banyak dari peserta didik yang menanyakan tugas, menanyakan solusi bagaimana melakukan hal ini dan itu, serta memberikan konfirmasi bahwa mereka tidak dapat menyelesaikan tugas tepat wakti karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalnkan (maklum saja, peserta kursus jarak jauh saya kesemuanya adalah dosen yang punya tanggung jawab mengajar pula).

Disamping itu dalam ruang kelas online, mereka harus pula menyediakan bahan ajar yang lengkap di setiap sesinya. Dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar lebih cepat daripada pembelajaran di dalam kelas tatap mukanya. Selain itu, mereka juga dituntut untuk mengembangkan berbagai media ajar non cetak, jadi tidak hanya e-book dalam format PDF atau file presentasi saja yang mereka sajikan, namun lebih dari itu, mereka harus pula menyajikan bahan ajar multimedia lainnya sepeti video atau animasi interaktif.

Namun demikian, jika kita berfikir tentang kualitas hasil belajar maka hal seperti ini sebenarnya merupakan pertanda baik dimana kita dapat memberikan sentuhan dan dukungan yang lebih banyak kepada mereka untuk sukses mengikuti pembelajaran yang ada, untuk mencapai tujuan utama pembelajaran. Namun akan sangat berbeda jika ini dilihat dari pandangan dosen/pengajar yang tidak memiliki wawasan maju, malas, tidak siap secara materi dan terlalu sibuk. Mereka akan menganggap hal seperti ini akan merepotkan mereka, menambah pekerjaan dan sebagainya.

Dari ungkapan diatas, jelas sudah bahwa e-Learning sebenarnya hanya cocok bagi dosen-dosen atau guru yang berwawasan maju, berpandangan luas, memiliki kepedulian terhadap kualitas lulusan mereka, dan ingin memberikan layanan terbaik pada setiap pembelajaran yang mereka ampu. Tulisan ini bukan bermaksud menakut-nakuti mereka yang akan melaksanakan e-Learning di institusinya, namun lebih jauh dari itu, tulisan ini sebenarnya lebih kepada mengajak para dosen/pengajar untuk merubah paradigma mereka terlebih dahulu sebelum dapat menjadi fasilitator pembelajaran jarak jauh yang handal.

dikutip dari gora.wordpress.com/2010

Label:


Read more!

17 Maret 2010

Sekolah Bantu Blok Situs Porno

Jakarta : Juru Bicara Departemen Pendidikan Nasional Bambang Wasito Adi menyatakan keberadaan situs p:orno di jaringan internet sekolah tidak bisa diberantas tanpa bantuan sekolah. “Internet itu jalan tol, tergantung orangnya mau pakai untuk apa,” katanya saat dihubungi Tempo, Rabu (2/1/08).

Ia menambahkan guru sebagai bagian integral dari pendidikan harus bersama sama mengawasi siswa saat pelajaran yang menggunakan fasilitas internet dilakukan. “Situs memang bisa diblok, namun ia bisa beregenerasi menjadi situs lainnya,” kata Bambang.

Sebenarnya, lanjut dia, siswa yang membuka situs p:orno di sekolah akan mudah ketahuan. “Di sekolah praktek seperti itu mungkin hanya sedikit, kebanyakan dari mereka membuka situs di warnet,” ujarnya. Namun bkan tidak mungkin siswa berani mencoba di sekolah, “untuk itu perlu peran aktif dari guru,” tegasnya.

Meski situs p:orno membayangi jaringan pendidikan nasional, lanjutnya, pemerintah akan tetap menyambung jaringan ini ke seluruh sekolah yang ada. “Situs p:orno hanya ekses, harus kita bendung sama-sama. Internet di sekolah merupakan kebutuhan pendidikan, tanpa itu kita ketinggalan,” katanya.

Sebelumnya, Pakar telematika, Roy Suryo, mengatakan jaringan pendidikan nasional dapat memproteksi akses para pelajar ke situs p:orno. Hal itu dimungkinkan karena program jaringan pendidikan nasional menggunakan jaringan resmi. Proteksi terhadap situs-situs p:orno, dia melanjutkan, juga bisa dilakukan oleh para pengelola jaringan. Dalam hal ini sekolah harus dibekali pengetahuan untuk memproteksinya. Program untuk itu sudah banyak dan bisa diunduh.

Roy mengatakan saat ini ada sekitar 24,5 juta orang pengguna Internet. Menurut dia, rata-rata semua pengakses pernah mengunjungi situs p:orno. “Mungkin tidak konstan, tapi pasti pernah mengunjungi,” katanya.

Departemen Pendidikan Nasional mencanangkan program jaringan pendidikan nasional untuk sekolah-sekolah. Sebanyak 212 sekolah di seluruh Indonesia akan memiliki akses ke jaringan pendidikan nasional. Program tersebut diwarnai kekhawatiran tentang kemungkinan siswa bisa mengakses situs p:orno.

Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Romi Satria Wahono, mengatakan keberadaan situs p:orno tidak bisa dihambat. Saat ini ada lebih dari 1,3 miliar halaman situs porno dalam jaringan Internet. Kontribusi dari situs p:orno tersebut mencapai 18 miliar dolar per tahun, ujarnya dalam diskusi bertema “Siapkah Sekolah Menerima Internet?” pada Kamis lalu.

Bisnis pornografi, ia melanjutkan, mencapai angka 80 persen dari seluruh bisnis yang ada. Sebanyak 60 persen dari 1 miliar pengguna Internet dunia membuka situs p:orno saat terkoneksi dengan jaringan. Dalam setahun bahkan ada 600 film p:orno baru yang diproduksi.

Kalaupun ditutup, situs p:orno yang ada dalam jaringan bisa menggunakan identitas lain untuk situsnya. Tinggal menambah angka 1 atau 2 di belakangnya dan situs bisa dioperasikan lagi.

Romy menjelaskan, seks atau pornografi adalah topik yang paling banyak dicari di jaringan Internet. Selain membuat situs khusus pornografi, pembuat situs terkadang meniru situs badan, lembaga, atau ofisial tertentu dan mengganti content di dalamnya dengan mengganti domainnya saja.
Perisai.com

Label:


Read more!

Upaya China Memberantas Pornografi internet

BEIJING–MediaIndonesia: China menangkap lebih dari lima ribu pengakses situs p:orno dalam operasi besar-besaran terhadap pornografi di internet selama tahun 2009. Belum merasa cukup, China berjanji akan lebih tegas memerangi kejahatan online, salah satunya tetap terhadap pornografi, di tahun 2010.“Sebanyak 5.394 orang telah ditahan sepanjang 2009 dalam operasi terhadap pornografi di internet. Pemerintah juga berhasil menutup 9.000 situs ilegal yang berbau pornografi,” ujar Kementerian Keamanan Publik China.

Meskipun tidak menjelaskan hukuman apa yang dijatuhkan terhadap ribuan orang tersebut, Kementerian Keamanan Publik China hanya menyatakan akan semakin memperkuat sanksi bagi para operator situs yang melanggar aturan China.

Selain melakukan penangkapan, China juga telah melakukan sensor ketat terhadap situs-situs di China. Pembatasan yang dinamai “Great Firewall of China” tersebut menyensor konten-konten yang dianggap pemerintah China tidak sehat, termasuk konten p:orno dan kekerasan.

Komitmen China dalam memberantas pornografi tampaknya tak diragukan lagi. Di bulan Desember 2009 lalu, China juga tercatat telah menghabiskan US$1.465 yang dibagikan kepada para pengguna internet yang melaporkan situs-situs yang mengandung unsur pornografi.

Saat ini pengguna internet di China adalah yang terbesar dibanding negara-negara lainnya di dunia ini. Sedikitnya tercatat terdapat 338 juta pengguna internet di China.

“Menyucikan internet dan menindak kejahatan internet berkaitan dengan keamanan negara jangka panjang,” tambah Kementerian Keamanan Publik China seperti dikutip channelnewsasia.com.
perisai.com 01 Januari 2010

Label:


Read more!

Perisai

PERISAI Anak

Software 2 in 1 : Edukasi & Proteksi untuk Anak
Di era Internet, anak-anak tidak hanya membutuhkan software edukasi, namun mereka sekarang juga memerlukan software yang mampu memberikan perlindungan (proteksi) dari informasi di Internet yang kurang bermanfaat untuk perkembangan mereka.

Tidak dipungkiri Internet membawa sangat banyak manfaat bagi kita, tapi di sisi lain Internet juga membawa dampak buruk … terutama bagi perkembangan anak-anak. Mengingat pentingnya perlindungan untuk anak-anak dari konten negatif di Internet ini, pemerintah melalui DEPKOMINFO (Departemen Komunikasi dan Informatika) meluncurkan proyek INSAN (Internet Sehat dan Aman). Untuk memberikan dukungan pada proyek INSAN ini, dibuatlah perangkat lunak PERISAI (Perangkat Internet Sehat & Aman untuk Anak Indonesia) dengan harapan dapat memberikan edukasi dan sekaligus proteksi untuk anak-anak di era Internet.

Beberapa perangkat lunak – kebanyakan buatan luar negeri – sebetulnya sudah menyediakan fitur untuk menyaring konten-konten negatif dari Internet. Namun mengingat perangkat lunak ini dibuat untuk pengguna berbahasa Inggris, maka tidak heran jika sebagian besar konten negatif yang berbahasa Indonesia tidak bisa tersaring dengan baik. Kabar baiknya … sekarang Anda bisa menggunakan perangkat lunak PERISAI yang bukan saja memberikan perlindungan bagi anak-anak dari konten negatif berbahasa Inggris, tetapi juga konten negatif berbahasa Indonesia.

PERISAI : Perangkat Internet Sehat & Aman untuk Anak Indonesia
PERISAI adalah software kreasi lokal yang dikembangkan khusus untuk memberikan perlindungan (proteksi) dan pendidikan (edukasi) bagi anak­-anak Indonesia, mulai dari tingkat pra­sekolah sampai tingkat menengah. Selain menyediakan fasilitas proteksi situs dalam bahasa Inggris dan Indonesia, PERISAI juga berisi berbagai macam program edukasi, seperti matematika, bahasa, komputer, geografi, kimia, fisika, dan lain-lain. Tentu saja Anda juga bisa menemukan berbagai permainan menarik didalamnya.

Tujuh Alasan Mengapa Anak-Anak Perlu Menggunakan PERISAI :

1. Tersedianya perlindungan untuk anak-anak dari konten negatif berbahasa Inggris dan Indonesia.
2. Tersedianya berbagai program pendidikan baik untuk tingkat Pra Sekolah, SD, SMP, SMA (dan bahkan perguruan tinggi).
3. Tersedianya berbagai program permainan yang mendidik untuk anak-anak.
4. Bisa diperoleh secara gratis di berbagai rekanan PERISAI di berbagai kota di Indonesia.
5. Legal sehingga bisa dipergunakan sebagai pengganti program-program bajakan.
6. Dikembangkan oleh tim lokal sehingga mampu mengadopsi kebutuhan pengguna komputer di Indonesia.
7. Sejalan dengan program pemerintah, khususnya INSAN dan IGOS.
www.Perisaianak.com

Label:


Read more!

10 Maret 2010

Sasaran Game Edukasi

GAME PENDIDIKAN SASAR 180 JUTA PENGGUNA PONSEL

Jakarta, 9/3 (ANTARA) - Sebanyak 180 juta pengguna telepon seluler dan empat juta pemilik komputer menjadi sasaran pengembangan game pendidikan berbasis JAVA mobile yang disebarluaskan ke masyarakat untuk membantu pendidikan di Indonesia.
Menurut Direktur South East Asean Minister Of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC), Gatot Hari Priowirjanto pihaknya mengajak kalangan industri untuk bersinergi dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi informasi.
"Jika industrinya siap, saya berharap dalam tiga bulan ke depan sudah bisa menghasilkan 100 aplikasi," kata Gatot di sela Seminar "Mobile Learning and Online History", di Depok, Selasa.
Tawaran tersebut disambut baik Managing Director Nusantara Online, Heru Nugroho. Saat ini pihaknya sudah menyediakan satu konten produk lokal bertajuk Nusantara Online yang menyajikan aplikasi game berlatar belakang sejarah budaya Indonesia.
"Nusantara online ini kami kembangkan selama kurang lebih empat tahun. Game ini dimainkan secara masif dan bisa dimainkan bersamaan untuk 100 orang. Ini pertama kalinya ada di Indonesia," kata Heru.
Nusantara online (nusol) ini dirancang untuk mengimbangi konten-konten game yang ada saat ini yang dinilai Heru sebagai konten-konten yang sudah basi seperti konten asal Jepang, Korea dan Amerika yang mendominasi game di Indonesia.
Heru juga menyayangkan generasi penggemar game di tanah air lebih mengenal tokoh-tokoh luar negeri dibanding tokoh lokal. Karena itu dibuat nusantara online (nusol) yang memperkenalkan keragaman sejarah dan budaya lokal.
Aplikasi game itu lanjut Heru bisa dikembangkan untuk memberikan pelajaran lain dengan memanfaatkan model seperti 3 dimensi. "Pengguna nusol ini bisa juga saling interaktif sehingga sangat bisa untuk belajar," katanya.
Gatot maupun Heru menyadari untuk penggunaan konten lokal ini sebelumnya infrastruktur di masyarakat harus disediakan seperti komputer, internet bahkan fasilitas listriknya.
Menurut Heru tahun 2012 tidak ada lagi desa yang tidak ada akses internetnya. Pemerintah sudah mmebiayai pengadaan komputer di 57.000 titik di seluruh Indonesia.
Gatot menambahkan saat ini sudah ada sekitar 20.000 sumber daya manusia yang terampil dalam multimedia. Namun menurutnya jumlah itu tentu masih kurang mengingat potensi pasar konten lokal di tanah air masih terbuka lebar.
"Idealnya setiap provinsi memiliki satu lembaga pendidikan khusus mengembangkan multi media. Karena sebenarnya SDM Indonesia itu sangat kreatif jika digali potensinya," katanya.
milis dikmenjur
(B/Z003)

Label:


Read more!

23 Februari 2010

kerjasama Game Edukasi

Sore ini, bertempat di FX Sudirman, dilaksanakan diskusi yang cukup menarik antara Direktur SEAMOLEC, Pak Gatot HP dengan Managing Director Nusantara Online, pak Heru Nugroho yang membicarakan kemungkinan kerjasama antara kedua institusi.

Disepakati bahwa SEAMOLEC akan memfasilitasi peluncuran Game Nusantara Online yang merupakan Game yang full dibuat oleh anak bangsa Indonesia, agar dapat dinikmati oleh seluruh siswa di Indonesia. Game ini nanti akan didesain gratis untuk siswa dengan memanfaatkan NISN mereka.

Rencana peluncuran resmi akan dilaksanakan pada bulan Maret 2010.

Disisi lain, dengan mensinergikan mhs program D4 dan S2 Game Technology yang dibiayai oleh SEAMOLEC, akan dikembangkan program sejenis di masa depan, termasuk rencana pembuatan game online yang dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah.

Untuk melihat website game ini, silakan membuka http://www.nusol.web.id

DVD Installer program ini dapat diperoleh di SEAMOLEC melalui alamat e-mail fazhar@seamolec. org. Disisi lain, installer ini akan ditransmit juga melalui sistem SEA EduNet SEAMOLEC, sehingga dapat diperoleh pada lokasi yang telah bergabung dengan program SEA EduNet SEAMOLEC.
milis.

Label:


Read more!

21 Desember 2009

PP ( Pentingkah Pengertian ? )

Pernahkan antum mengamati, di Grasco barangkali, atau di kontak-kontak jodoh yang ada di majalah. Dicari seorang gadis yang jujur, sabar dan pengertian, atau dicari pria yang mapan dan pengertian. Nah, selalu saja ada kata “pengertian”nya.

Sebegitu pentingkah pengertian itu, hingga siapapun selalu mendambakan dan mensyaratkan keberadaannya. Ketika seseorang memilih pasangan hidup, ketika memilih rekanan, ketika memilih guru ngaji, selalu saja yang terlontar adalah ,”Orangnya pengertian nggak ??” hingga kalau ada jawaban,”pengertian” ,seolah jawaban yang lain menjadi di nomor sekiankan.

Agak miskin dikit nggak apalah asal pengertian; nggak pinter-pinter amat dalam agama nggak papa lah, asal pengertian kan bisa diajak bicara. Nggak ustadz nggak papalah asal pengertian. Pengertian akhirnya seolah menjadi kata-kata yang seringkali melekat dalam bibir kita jika kita dihadapkan pada pilihan partner kerja, guru ngaji, bahkan pasangan hidup. Selain kata pengertian nampaknya yang lain, masih dapat dimaklumi.

Jika demikian mengapa akhirnya kita tidak memilih menjadi orang yang pengertian saja, hingga menjadi orang yang disukai banyak orang, hingga menjadi orang yang seringkali dimaklumi banyak orang. Atau, ataukah menjadi orang yang pengertian itu sulit hingga pengertian harus menjadi syarat, bahkan hingga memilih guru mengaipun mash diembel-embeli kata “pengertian ngak ?”

Pengertian, sulitkah ?
Menurut saya, menjadi orang yang pengertian itu susah-susah gampang; ini karena tergantung pada orangnya, mau mengusahakan nggak, bisa menahan ego nggak, mau berlatih atau nggak. Sebenarnya orang yang pengertian itu adalah orang yang mengembangkan empatinya kepada orang lain. Orang yang mau melihat “asbabun” nya kenapa seseorang bertindak dan bertingkah laku demikian. Orang yang pengertian biasanya mencari sebab, dan berupaya menanganinya atau mensikapinya sesuai dengan dosis yang bisa diterimanya. Karenanya orang yang demikian biasanya menjadi sangat menyenangkan. Orang yang pengertian, bertindak seperti dokter.

Apakah setiap aktifis dakwah itu pengertian ?
Lho, kenapa kok bertanya seperti itu, itu kan pertanyaan yang memojokkan penulis artikel ini. Tapi nggak apalah. Memang, aktifis dakwah itu kan manusia juga, yang latar belakangnya bermacam-macam. Aktifis dakwah itu ya manusia yang masih perlu banyak mendalami Islam pula, perlu banyak belajar pula, perlu banyak merenung pula, perlu banyak diingatkan oleh adik-adik ngajinya pula, jadi ya ada yang pengertian dan ada pula yang belum, atau kadang pengertian, kadang nggak. Jadi ya samalah dengan kita-kita, namanya juga masih manusia.

Suatu saat seorang aktifis dakwah memberikan tugas kepada adik-adik mentornya, sebuah tugas yang menjadi momok banyak aktifis ngaji, murajaah-sebuah istilah keren untuk hafalan ayat-ayat Al Qur’an-. Ada seorang yang nggak apal-apal, yang lain sudah menginjak surat An Naziat, yang ini masih surat AnNaba saja. Merasa geram karena kok muridnya yang satu ini nggak apal-apal, lalu aktifis pembina ini menceritakan Imam Syafi’I yang karena melihat betis perempuan akhirnya banyak bacaannya yang hilang. Tentu yang tak hafal tadi merasa dipojokkan karena akhirnya seolah-olah ia dianggap yang paling banyak maksiatnya. Padahal barangkali kemampua ia menghafal memang lemah.

Seseorang bisa menjadi malas ke pengajian bisa karena guru ngajinya yang kurang pengertian. Karenanya jika antum menjadi guru ngaji yang paling penting adalah menyemangati, bukan sekadar menilai dan mengevaluasi, karena dua hal terakhir ini dapat dikerjakan semua orang.

“Guru” saya, pak Abdullah Shahab, pernah bercerita, suatu saat mahasiswanya memperoleh nilai yang begitu jelek, Ipnya rendah. Beliau lantas dengan agak gusar, mengatakan, “Ya kamu kurang belajarnya”. Tapi alangkah terkejutnya beliau, ketika mahasiswa itu mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ia sempat dirawat di “menur”- sebuah RS Jiwa -. Beliau lalu dengan cepat-cepat mengatakan lagi, “Tapi ya kalau belajar jangan terlalu lelah, kalau sudah capek ya istirahat”. Beliau menyesal karena telah kurang pengertian kepada mahasiswanya itu, dan telah memberikan vonis tanpa mengerti musababnya.

Begitulah, kita sendiri yang orang banyak mengatakan “aktifis” barangkali harus perlu mengerti dan belajar banyak tentang “pengertian”, karena barangkali kita telah banyak belajar halal haram, mana yang baik dan mana yang buruk, akan tetapi ketika harus menangani seseorang, yang ia butuh sentuan hati dan sisi-sisi psikologis, kita tak bisa melakukannya. Kita terkadang hanya bisa memvonis tanpa bisa memotivasi. Ingatlah bahwa memvonis berarti membunuh dan memotivasi akan menolong. Jangan lagi kita sekarang menjadi sinis atas rekan kita yang barangkali hafalannya masih sedikit–wah ini pasti yang nulis nggak banyak apalannya – atau jangan pula kemudian kita sinis kepada rekan kita yang masih baru, yang barangkali pergaulannya belum tertata. Kita harus belajar memahami, untuk kemudian kita carikan solusi yang bisa dia mengerti. Kita barangkali memang harus banyak belajar fiqih dakwah disamping fiqih Islam.

Apakah rasul juga pengertian juga ?
Setahu saya demikian, coba lihatlah apa yang beliau lakukan ketika seseorang meminta izin kepada Rasul untuk berzina, Rasul dengan sabar hanya menanyai bagaimana jika keluarganya dizinai orang, sebuah pertanyaan yang tak menyinggung, tapi menyebabkan pemuda itu jadi mengerti. Atau bagaimana ketika seorang badui , tiba-tiba kencing di masjid, beliau hanya memerintahkan orang untuk menyiramnya saja, karena beliau mengerti, bagaimana kapasitas orang badui itu. Bacalah kemuliaan akhlaq rasul itu dalam buku ARRasul-nya Said hawa, tentu kita akan memahami dan berdecak kagum dibuatnya. Kita akan jadi “mengerti” dibuatnya.

Karenanya jadilah yang pengertian itu.
copi paste http://achedy.penamedia.com/2002

Label:


Read more!

17 Desember 2009

Facebook untuk pembelajaran Bahasa Inggris

saya ambil contoh penggunaan facebook untuk pembelajaran Bahasa Inggris dari kiriman email atas nama iin hermiyanto melalui milis dikmenjur 16 desember 2009 :

Facebook telah memberikan warna tersendiri bagi masyarakat dunia. Salah satunya sebagai wadah pembelajaran yang bisa memberikan pengaruh positif. Minggu lalu saya meluncurkan Page baru DI FACEBOOK bagi siswa staff dan lulusan SMP An-Nisaa' yang diberi nama AN-NISAA ENGLISH LANGUAGE COMMUNITY (AELC). Tujuannya adalah siswa yang hamipir secara menyeluruh demam facebook diarahkan untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris di wadah tersebut. Hasilnya.... ... anda bisa lihat dan silahkan bergabung bila berminat menjadi fan AELC. Berikutnya.. ..... klik URL ini!

ANNISA ENGLISH LANGUAGE COMUNITY

Label:


Read more!